Yang soleh, yang academic competent

Posted by Irwan ibnu syam Label:


 Oleh : Irwan Saputra

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebagai pelajar/mahasiswa yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan, sudah seharusnya memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing ataupun dalam bidang akademik yang berkaitan denganya. Apalagi dengan paradigma Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menjadikan kompetensi sebagai basis pembelajaran bagi para pelajar dan mahasiswa. Dirjen Direktorat Akademik, Dr. Illah Sailah mendesain agar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai pintu pertama menumbuhkan sikap kritis pada diri mahasiswa, acuan memberi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk bereksplorasi bersama dalam proses pembelajaran. KBK menyaratkan proses pembelajaran berpusat pada mahasiswa dan memberi kesempatan yang lebih besar bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, mengalami, menemukan, dan juga menguji pemahaman sendiri dengan terus-menerus bertanya dan mempertanyakan apa yang dipelajari. Oleh karena itu kompetensi adalah sebagai dasar dan syarat yang harus di milik bagii tiap-tiap mahasiswa, agar terwujudnya lulusan perguruan tinggi yang memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill, dan sinergisme dari empat hal tersebut dapat berpengaruh pada tingkat kompetensi dari lulusan perguruan tinggi tersebut.

                Demikian halnya untuk para pelajar atau mahasiswa yang sedikit lebih fanatic dalam hal agama, dan menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan hidupnya, yang sudah tentu bahwa keduanya itu berlandaskan ilmu syari’at (theology) yang mendalam. Pastinya, mereka juga di tuntut untuk memiliki Academic competent terutama dalam program studi yang di gelutinya, agar terwujudnya mahasiswa yang memiliki hard skill dan soft skill yang sempurna seperti yang di tekankan pada tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia.

                Yang soleh, yang academic competent, adalah penyataan yang amat tepat mengingat beberapa factor yang dapat dijadikan landasan perbandingan antara yang soleh dengan mereka yang lebih hedonis, liberal isdan sekularis.

1.       Yang soleh, adalah yang lebih bersih hati dan pikiranya. Betapa tidak, saat di mana para pelajar/mahasiswa yang pada umumnya berada di usia remaja yang sudah pasti memiliki gejolak hawa nafsu yang sangat dahsyat, yang mana para remaja liberalis ataupun non-muslim biasanya lebih memilih untuk menyampaikan atau mengimplementasikan nafsu mereka dalam wujud pacaran, pergaulan bebas, sex party, dan lainya yang dapat mengacaukan konsentrasi dan kesungguhan dalam pelajaran yang ada di kampusnya. Belum lagi adanya perihal patah hati (broken heart) dan juga kehamil di luar pernikahan yang dapat membuntukan pikiran mereka serta dapat mengantarkan mereka pada tindakan yang amat buruk seperti menggunakan obat-obatan terlarang (drugs) dan bahkan sampai melakukan bunuh diri. Namun hal tersebut tidak mungkin terjadi pada yang soleh, yang menjadikan keimanan dan ketaqwaan sebagai landasan jalan mereka, yang tidak hanya mendekati perzinaan dan dampak buruknya, namun juga menjauhkan diri mereka dari penyebab-penyebab dari perzinaan tersebut (pacaran, gaul bebas,dll.) dan telah pasti, sinergisme dari hal tersebut dapat menimbulkan hati dan pikiran yang bersih yang dapat lebih mudah untuk menyerap ilmu pelajaran.

2.       Yang soleh, yang lebih bersemangat. Sangat jelas, bahwa dapat kita ketahui di mana para remaja liberalis yang tidak menghabiskan waktu mereka kecuali pada kesia-siaan dan kemurkaan Allah ‘azawajala. Pastilah mereka tidak memiliki semangat yang lebih dalam menjalani kehidupan ini, terlebih lagi mereka tidak pernah menjadikan Allah sebagai niat atau tujuan mereka dalam melakukan sesuatu. Mereka hanya berbuat untuk kepentingan mereka sehingga mereka tidak memiliki target yang jelas, dan berkonsikwensi pada semangat mereka yang terus melemah. Beda halnya dengan yang soleh, yang menjadikan Allah sebagai niat dan tujuan utama mereka. Mereka tidaklah belajar dan berusaha kecuali karena Allah, yaitu agar dapat menambah kuantitas dari ummat Islam yang berkompeten dan memiliki financial tinggi sehingga dapat bermanfaat dan berpengaruh pada kesejahteraan ummat ini dalam menegakkan agama Allah yang di dalamnya membutuhkan orang-orang yang demikian, sehingga semakin semangatlah mereka.

Rasulullah salallahu’alaihiwasallam bersabda :
“Bersamangatlah atas segala sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah.” (HR.Muslim no.2664)

3.       Yang soleh, yang berada di atas jalan keberkahan. Sungguh inilah ketentuan utama atas sebuah usaha, yaitu usaha yang di berkahi sehingga segala sesuatu yang di usahakan adalah sebuah tujuan yang mudah untuk di capai dan bahkan lebih baik dari apa yang telah di harapkan. Yaitu ketika sebuah tujuan yang akan di tempuh berlandaskan niat karena Allah ‘azawajal dan akan menghasilkan sebuah jalan yang akan dilalui untuk menempuh tujuan tersebut dengan jalan keberkahan lagi diridhai Allah. Dan sekali lagi, hal ini tidaklah di miliki kecuali bagi mereka yang menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan hidupnya.

“andaikata penduduk negri-negri  beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi …” (Qs. Al-A’raf : 96)

Demikian beberapa point dari banyak point lainya sebagai landasan bahwa, mereka yang menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan hidupnya adalah yang lebih patut memiliki academic competent yang tinggi dan jauh melebihi mereka yang liberalis, hedonis, sekularis ataupun non-muslim yang memiliki jalan hidup yang tak terarah dan tanpa tujuan yang jelas.

Yang soleh… yang academic competent… !!!

Wal ‘ilmu indallah…

2 komentar:

  1. Nurhasanah Sidabalok

    sungguh beruntung mereka. mari siapkan diri kita tuk jadi yang soleh, yang academic competent! Yuk mari :)

  1. Irwan ibnu syam

    yoww.... insyaallah :)

Posting Komentar